021- 2280 2044 wa : 0813 108 777 98 dimasj.prasetyo@gmail.com

Artikel Inspirasi Desain Rumah

Menata Furnitur di Hunian Mungil dan Minimalis

Posted By admin

Rumah dengan luas terbatas tetap dapat tampil nyaman dan menarik lewat penataan furnitur. Furnitur juga berperanan penting dalam mendukung fungsi ruang-ruang sebagai tempat beragam aktivitas.

Hadirnya furnitur akan menguatkan karakter diri melalui tampilan interior hunian. Namun, dalam penataannya perlu disesuaikan dengan tema ruangan, baik tata letak, ritme, maupun warnanya.

Saat membeli furnitur, pertimbangkanlah fungsinya, dimensi, material serta keindahannya. Selain membeli, Anda juga dapat merancangnya sendiri yang tentunya lebih fleksibel. Nah, empat saran berikut ini dapat membantu Anda saat memilih atau merancang furnitur untuk hunian mungil Anda:

Prioritas

Tak ada salahnya Anda membuat terlebih dulu daftar kebutuhan furnitur yang akan ditempatkan di ruangan berdasarkan prioritas fungsinya, misalnya meja dan kursi di ruang tamu. Bila ruangan tamu Anda sempit, hindari menggunakan rak atau lemari berdimensi besar. Ini akan semakin mempersempit ruangan.

Mengukur

Biasakan mengukur terlebih dulu luasan ruang sebelum membeli atau memesan furnitur. Setelah itu, catat lebar dan tinggi ruangan dengan teliti. Mencatat tinggi dan lebar pintu penting diketahui agar memudahkan Anda saat memindahkan furnitur. Di sini, Anda juga perlu memperhatikan jalur sirkulasi penghuni saat berkegiatan di ruangan.

Multifungsi

Usahakan agar furnitur tidak hanya memiliki satu fungsi saja, tapi banyak fungsi (multifungsi). Cara ini dapat mengurangi jumlah furnitur yang akan ditempatkan. Misalnya, lemari di ruang keluarga mencakup kebutuhan untuk meletakkan televisi, alat-alat elektronik, tempat menyimpan koleksi CD, rak buku, juga tempat meletakkan foto atau pajangan.

Desain simpel

Ada baiknya Anda memilih desain furnitur yang tidak rumit untuk menghindari kesan sempit pada ruang.

(Sumber: Teguh Prihanto, Kreatif Menata Hunian Mungil, Kawan Pustaka)

Lihat contoh menarik penataan hunian minimalis berikut ini.

Please Share!
Read More

Artikel Inspirasi Desain Rumah

“Roster”, Lubang Angin sekaligus Dinding

Posted By admin

Roster kini banyak diaplikasikan sebagai pembentuk dinding. Sebagai material pembentuk dinding, roster tampil unik karena lubang-lubang udaranya tersebut membentuk pola tersendiri.

Material bernama “roster” ini tadinya hanya dipakai terbatas di atas pintu atau jendela saja. Hal itu mengingat fungsinya menjadi lubang angin yang memperlancar udara keluar masuk rumah.

Namun, material roster kini banyak diaplikasikan sebagai pembentuk dinding. Sebagai material pembentuk dinding, roster tampil unik karena lubang-lubang udaranya tersebut membentuk pola tersendiri.

Kebanyakan roster yang dipakai untuk dinding berasal dari tanah liat dan batako. Roster dari tanah liat dipakai karena warna merah bata membawa kesan natural dan unik, sementara bahan dari batako dipilih karena harganya lebih murah di pasaran.

Tetapi, bila tertarik mengaplikasikan roster sebagai dinding, Anda perlu memperhatikan fungsi ruang di bagian baliknya. Karena bentuknya yang penuh lubang, jika ruangan di belakangnya adalah ruang tamu atau ruang keluarga, maka perlu disiasati agar panas matahari dan air hujan tidak bebas masuk.

Selain itu, roster juga bisa sebagai aksen pemanis ruang, serta menjadisecondary skin untuk hunian. Di sini, meski roster menarik, penerapannya tetap harus mempertimbangkan komposisi seimbang, harmonisasi, juga konsep ruangan.

Namun, dalam pemasangannya roster ternyata lebih sulit ketimbang pemasangan bata merah atau batako. Sangat jarang pemasangan rosterdengan finishing, karena itu pada saat pemasangannya harus lebih hati-hati.

Sumber : Kompas.com/properthy

Lihat contoh penggunaan roster pada rumah karya kami berikut ini. 

Please Share!
Read More

Artikel Inspirasi Desain Rumah

Lantai Parket untuk Rumah Minimalis

Posted By admin

Penutup lantai parket kini banyak diterapkan dalam hunian. Kesan hangat dan natural yang tercipta, membuat material alternatif ini makin digemari. Parket sendiri ada yang jenisnya parket kayu engineerd dan parket laminasi. Manakah dari keduanya menarik untuk digunakan? Simak penjelasannya berikut ini!

Parket kayu “engineered”
Parket lantai kayu ini terbuat dari kayu asli dengan beberapa lapisan. Lapisan kayu dipasang dengan arah serat berlawanan agar lebih tahan terhadap tekanan mulai susut dan kelembaban. Parket kayu ini langsung diberi lapisan pelindung dengan proses UV Curing. Dimana, bagian bawahnya diberi lapisan pelindung agar tahan terhadap kelembapan.

Warna yang muncul dari parket ini sesuai jenis kayunya, antara lain kekuningan, kemerahan, coklat muda, serta cokelat tua. Màterial ini tersedia dalam ukuran mulai 90 x 10,2 sentimeter dan 92,5 x 10,2 sentimeter dengan ketebalan 12 milimeter. Pemasangannya dapat dibuat berpola batu bata, tangga, bahkan pola acak.

Pemasangannya relatif praktis karena tiap bilah papan parket telah dilengkapi lidah dan cekungan di keempat sisinya. Perawatan parket ini juga mudah, cukup dipel dengan kain berbahan lembut yang telah diolesi cairan perawatan kayu. Untuk menghindari goresan, lapisi furnitur diatasnya dengan karet agar parket lebih awet.

Parket laminasi

Bila dibandingkan parket kayu engineered, parket laminasi lebih terjangkau harganya. Hal ini karena bahan dasarnya adalah kayu olahan seperti HDF (High Density Fiberboard). Pada bagian bawah parket laminasi, biasanya diberi lapisan pelindung seperti melamin untuk menghindari kelembaban. Sementara pada bagian atas diberi lapisan motif kayu dengan sistem printing.

Karena memiliki lapisan printing, tampilannya dapat diubah seperti kayu dengan lebih banyak variasi warna dan motif serat kayu. Warna-warna yang dapat dipilih seperti bernuansa coklat mulai dari krem, coklat muda, coklat kekuningan, coklat kemerahan, hingga coklat tua. Ukurannya 138 x 19,3 sentimeter atau 121,5 x 19,6 sentimeter dengan ketebalan 8 milimeter atau 12 milimeter.

Sifat bahan ini lebih tahan air dibanding parket kayu solid, jadi selain dipasang didalam ruangan bisa pula untuk tampilan outdoor. Keuntungan lain, bila tak mau mengganti tanpa membongkar lantai, jenis ini bisa dipasang di atas lantai beton atau langsung di atas lantai keramik. Untuk perawatannya cukup singkirkan debu dengan sapu atau penyedot debu, kemudian bersihkan permukaan dengan kain lembab.

Baca inspirasi rumah minimalis 2 lantai disini.

Sumber: Seri Rumah Ide 30 Material Inovatif, Imelda Akmal Architectural Writer Studio, Gramedia Pustaka Utama

Please Share!
Read More

Download it free from the WordPress Repository

Join Now