021- 2280 2044 wa : 0813 108 777 98 dimasj.prasetyo@gmail.com

Artikel Inspirasi Desain Rumah

Lantai Parket untuk Rumah Minimalis

Posted By admin

Penutup lantai parket kini banyak diterapkan dalam hunian. Kesan hangat dan natural yang tercipta, membuat material alternatif ini makin digemari. Parket sendiri ada yang jenisnya parket kayu engineerd dan parket laminasi. Manakah dari keduanya menarik untuk digunakan? Simak penjelasannya berikut ini!

Parket kayu “engineered”
Parket lantai kayu ini terbuat dari kayu asli dengan beberapa lapisan. Lapisan kayu dipasang dengan arah serat berlawanan agar lebih tahan terhadap tekanan mulai susut dan kelembaban. Parket kayu ini langsung diberi lapisan pelindung dengan proses UV Curing. Dimana, bagian bawahnya diberi lapisan pelindung agar tahan terhadap kelembapan.

Warna yang muncul dari parket ini sesuai jenis kayunya, antara lain kekuningan, kemerahan, coklat muda, serta cokelat tua. Màterial ini tersedia dalam ukuran mulai 90 x 10,2 sentimeter dan 92,5 x 10,2 sentimeter dengan ketebalan 12 milimeter. Pemasangannya dapat dibuat berpola batu bata, tangga, bahkan pola acak.

Pemasangannya relatif praktis karena tiap bilah papan parket telah dilengkapi lidah dan cekungan di keempat sisinya. Perawatan parket ini juga mudah, cukup dipel dengan kain berbahan lembut yang telah diolesi cairan perawatan kayu. Untuk menghindari goresan, lapisi furnitur diatasnya dengan karet agar parket lebih awet.

Parket laminasi

Bila dibandingkan parket kayu engineered, parket laminasi lebih terjangkau harganya. Hal ini karena bahan dasarnya adalah kayu olahan seperti HDF (High Density Fiberboard). Pada bagian bawah parket laminasi, biasanya diberi lapisan pelindung seperti melamin untuk menghindari kelembaban. Sementara pada bagian atas diberi lapisan motif kayu dengan sistem printing.

Karena memiliki lapisan printing, tampilannya dapat diubah seperti kayu dengan lebih banyak variasi warna dan motif serat kayu. Warna-warna yang dapat dipilih seperti bernuansa coklat mulai dari krem, coklat muda, coklat kekuningan, coklat kemerahan, hingga coklat tua. Ukurannya 138 x 19,3 sentimeter atau 121,5 x 19,6 sentimeter dengan ketebalan 8 milimeter atau 12 milimeter.

Sifat bahan ini lebih tahan air dibanding parket kayu solid, jadi selain dipasang didalam ruangan bisa pula untuk tampilan outdoor. Keuntungan lain, bila tak mau mengganti tanpa membongkar lantai, jenis ini bisa dipasang di atas lantai beton atau langsung di atas lantai keramik. Untuk perawatannya cukup singkirkan debu dengan sapu atau penyedot debu, kemudian bersihkan permukaan dengan kain lembab.

Baca inspirasi rumah minimalis 2 lantai disini.

Sumber: Seri Rumah Ide 30 Material Inovatif, Imelda Akmal Architectural Writer Studio, Gramedia Pustaka Utama

Please Share!
Read More

Artikel Inspirasi Desain Rumah

Desain Kamar Mandi Rumah Modern Minimalis

Posted By admin

 

Rumah Modern saat ini menuntut kelengkapan rumah seperti sanitair yang modern juga. Layout atau tata letak kloset, shower dan wastafel harus disesuaikan dan diatur sedemikian rupa agar kamar mandi terlihat bersih dan lega.  Salah satu yang dapat disiasati adalah dengan memberikan penyekat kamar mandi untuk memisahkan area basah dan area kering. Pada kamar mandi modern tidak dijumpai bak berisi tampungan air, melainkanshower atau pancuran, kloset dan wastafel di satu ruang. Sebab, pancuran mengucurkan air ke bawah, maka risiko cipratan air akan membasahi lantai dan daerah sekitarnya. Sementara, kloset dan wastafel tetap dikonsep kering. Basah dan kering ada di satu tempat inilah maka kehadiran penyekat menjadi penting.

Pemakaian kaca sebagai penyekat dapat dipilih untuk menjawab kebutuhan memisahkan area basah dan kering. Kaca juga bersifat transparan, artinya memberikan batasan namun tak mengurangi rasa kesatuan ruangan.

Sumber: Kompas.com/property  dengan tambahan dan modifikasi.

Please Share!
Read More

Artikel Inspirasi Desain Rumah

Membuat Perpustakaan di Rumah Minimalis

Posted By admin

Penataan rak buku juga dapat diatur menempel pada dinding dengan kerapatan yang cukup. Hal ini supaya udara dapat mengalir di celah antara rak dan dinding.

Anda hobi membaca? Jika ya, mengoleksi buku pasti menjadi hobi Anda juga. Berburu buku di berbagai pameran atau toko buku bisa menjadi acara menarik bagi Anda.

Setelah membeli, tentu Anda juga ingin memajang buku-buku koleksi yang telah dibaca. Sebuah perpustakaan pribadi tentu akan menjadi ide menarik. Ruangan ini sekaligus bisa menjadi tempat favorit Anda.

Namun, sering kali perpustakaan pribadi dibayangkan sebagai ruangan yang luas, mampu menampung banyak koleksi buku, dan mempunyai tempat membaca dengan suasana serba elegan. Padahal, sebenarnya, tidak harus selalu seperti itu. Anda pun bisa membuat perpustakaan pribadi sendiri yang sederhana.

Perpustakaan tidak selalu harus dibuat dengan ruangan khusus. Hanya dengan sekat ataupun dinding rendah, Anda bisa memiliki ruangan perpustakaan. Dengan konsep terbuka ini, Anda justru tidak akan merasa terkurung di dalam ruangan.

Perhatikan ventilasi udara, penerangan ruangan, dan pengaturan letak rak buku. Penerangan lebih baik sedikit terbuka agar sinar matahari bisa masuk. Jadi, selain bisa menghemat listrik, ruangan Anda akan lebih sehat.

Akan tetapi, usahakan udara di dalamnya tidak panas dengan menjaga kelembaban. Apabila penerangan menggunakan lampu, sebaiknya tempatkan di belakang Anda saat membaca agar mata tidak menjadi silau dan lelah.

Tempatkan lampu di lokasi yang membuat ruangan menjadi luas dan nyaman. Ada baiknya lampu yang digunakan adalah lampu neon, bukan lampu pijar untuk menghindari pantulan cahaya pada kertas yang dapat memicu kelelahan mata.

Penataan rak buku juga dapat diatur menempel pada dinding dengan kerapatan yang cukup. Hal ini supaya udara dapat mengalir di celah antara rak dan dinding. Fungsinya, agar sirkulasi udara itu dapat mengurangi kemungkinan kelembaban, bau apek, dan sarang serangga di buku. Celah tersebut juga mempermudah merawat, membersihkan koleksi dari debu, serta mengurangi udara lembab yang dapat merusak buku.

Memberi pendingin ruangan atau AC memang pilihan yang baik bagi buku agar terjaga kelembabannya. Akan tetapi, jika merasa akan memberatkan tagihan listrik, Anda bisa juga menempatkan beberapa pot bunga atau tanaman hias yang tidak terlalu besar.

Pot dalam perpustakaan? Kenapa tidak. Anda cukup hanya menyesuaikan ukurannya dengan komposisi ruangan. Pilihlah tanaman yang mudah dirawat dan tidak mudah rontok. Fungsi tanaman ini memberi nuansa alami, melembutkan kesan kaku dan serius dari koleksi buku Anda, serta membantu pertukaran udara di dalam ruangan.

Sumber : kompas.com

Baca juga artikel tentang bagai mana cara membuat rumah yang nyaman dan indah.

Please Share!
Read More

Download it free from the WordPress Repository

Join Now